"Itu sih orangtuanya yang
kreatif" begitu ucapan salah satu orang tua siswa saya ketika saya
memberikan tugas rumah ke anak didik saya. Yang sebenarnya bukan seperti itu
yang saya harapkan dengan memberikan tugas rumah ke anak-anak, tapi saya
mengharapkan orang tua juga bisa membimbing anak-anak dirumah dengan catatan
orang tua hanya membimbing, mengarahkan dan memperbaiki pekerjaan anak bukannya
membuat pekerjaan anaknya sendiri sedangkan anak main dan tak ikut mengerjakan
tugasnya sendiri.
Dibawah ini saya berikan
penjelasan tentang kerjasama guru dan orang orang tua bisa memahami tentang
pentingnya peranan orang tua terhadap pendidikan anak mereka.
Guru dan orang tua pada
hakekatnya memiliki tujuan yang sama dalam pendidikan anak, yaitu mendidik,
membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa serta dapat
memperoleh kebahagiaan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Seorang
guru akan senang melihat siswanya, ketika siswanya tersebut memiliki prestasi.
Dan demikian pula orang tua akan lebih senang lagi bahkan bangga ketika anaknya
memiliki prestasi. Karena itu guru dan orang tua memiliki tujuan yang sama
dalam mendidik.
Untuk dapat mewujudkan harapan
tersebut, tentunya harus ada kerjasama yang baik antara guru dan orang tua.
Kerja sama yang baik antara guru dan orangtua sangat penting karena dua pihak
inilah yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa. Jika kerja sama
antara guru dan orang tua kurang, maka pendidikan tidak akan berjalan dengan
baik bahkan pendidikan yang direncanakan tersebut tidak akan berhasil dengan
baik. Kerjasama antara orang tua dan
guru akan mendorong siswa untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai
pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat.
Selanjutnya, Interaksi yang baik
antara orang tua dan guru yang benilai informasi tentang situasi dan kondisi
setiap siswa, akan melahirkan suatu bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa baik di sekolah maupun di rumah. Hubungan kerja sama
tersebut sangatlah penting. Sebab dengan adanya kerjasama tersebut orang tua
dan guru dapat mengetahui kondisi siswa baik di lingkungan rumah maupun di
lingkungan sekolah. Dalam hal ini guru dapat memperoleh informasi dari orang
tua, bagaimana siswa tersebut ketika berada dirumah, apakah dirumah siwa
mengulang pelajaran atau tidak dan sebagainya. Demikian juga orang tua juga dapat
memperoleh informasi dari guru yaitu tentang bagaimana kemajuan siswa tersebut
dalam belajar dan bagaimana sikap seorang siswa tersebut ketika dilingkungan
sekolah.
Namun, yang terjadi dalam
prakteknya adalah ada sebahagian orang tua yang beranggapan bahwa setelah anak
dimasukkan dalam lingkungan sekolah, maka tanggung jawab diserahkan oleh guru
seutuhnya. Padahal hal tersebut adalah tindakan yang salah. Orangtua yang
berhadapan langsung dengan siswa di rumah, memiliki peran yang tidak kalah
penting bahkan jauh lebih besar dari guru. Sebagian besar waktu siswa habis di
rumah bukan di sekolah. Di sekolah siswa belajar antara 6 hingga 7 jam
sedangkan sisanya banyak dihabiskan di rumah. Oleh karena itu, sangat tidak
pantas jika orang tua menyerahkan semua tanggung jawab kepada guru di sekolah.
Padahal, waktu yang dimiliki guru
untuk mendidik siswa di lingkungan sekolah sangat terbatas. Bahkan seorang guru
dalam prakteknya dilingkungan sekolah harus memperhatikan banyak siswa.
Tentunya hal ini tidaklah mungkin dilakukan jika orang tua menyerahkan semuanya
tentang kemajuan siswa ditangan guru seutuhnya. Dan sangat tidak mungkin jika
guru hanya memperhatikan satu siswa saja. Contonya adalah, guru bahasa
Indonesia mengajarkan baca tulis kepada seorang siswa dilingkungan sekolah,
tentunya seorang siswa tersebut tidak akan dapat lancer membaca dalam waktu
singkat tanpa bantuan orang tuanya yang mengajarinya dirumah, dengan cara
mengajaknya mengulang pelajaran sekolah dirumah. Contoh lain lagi adalah ketika
seorang guru memberikan tugas mengerjakan prakarya dirumah bukannya si anak
yang mengerjakan tapi malah orangtuanya yang mgerjakan kerjaan si anak,
kemudian dengan seenaknya saja orang tua berkata masalah pekerjaan anak itu
hanya untuk kreatifitas orang tua yang mengerjakan padahal yang diinginkan guru
adalah para orangtua membimbing anak berkreatifitas dengan tugas yang diberikan
guru. Harapan guru agar para orang tua juga bisa berperan aktif dengan
pendidikan dan pelajaran yang diberikan disekolah.
Contoh di atas tersebut
membuktikan kepada kita bahwa kerjasama antara orang tua dan guru sangatlah
penting. Guru di sekolah mendidik dengan sepenuh hati, demikian pula orang tua
sepenuh hati mendidik anaknya di rumah. Sudah bukan zamannya lagi jika orangtua
berkata menyerahkan tugas dan tanggungjawab ppendidikan anaknya kepada guru.
Dan berharap guru dapat menjadikan anaknya pintar dan berakhlak mulia namun
orang tua tidak turut ikut campur tangan mendidik anaknya.
Orang tua memiliki tugas dan
tanggung jawab terhadap anaknya bukan saja hanya menyiapkan makan, pakaian dan
tempat tinggal. Namun lebih dari itu, orangtualah yang sesungguhnya menjadi
pendidik utama bagi anak-anaknya. Hal inilah yang belum disadari oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu,
tentu akan lebih baik jika guru rutin mengadakan pertemuan dengan orangtua
siswa untuk melakukan konsultasi terhadap kemajuan dan masalah yang di hadapi
oleh anak tersebut. Dalam kegiatan konsultasi tersebut, orangtua yang satu
dengan yang lain bisa saling bertukar cerita atau masalah yang dihadapi anaknya
masing-masing. Saling memberi masukan dan mencari pemecahan masalah bersama.
Guru juga bisa menyampaikan hal-hal baru yang harus dilakukan orangtuanya di
rumah saat mendampingi anak-anaknya. Bahkan, sangat baik jika sekolah
memfasilitasi setiap kali pertemuan guru dan orang tua, didatangkan pembicara
yang merupakan ahli dalam pendidikan. Pengetahuan orangtua siswa dalam mendidik
anak akan bertambah. Pendidikan pada siswa akan membuahkan hasil lebih baik.
Karena itu, Guru dan orangtua
sebenarnya sama-sama memiliki kewajiban untuk menyukseskan belajar siswa. Untuk
itu, baik guru maupun orangtua harus sama-sama aktif mempererat kerja sama di
antara keduanya. jika kerja sama antara orangtua orang tua dapat terjalin
dengan baik, maka sedikit demi sedikit pendidikan di Indonesia akan semakin
memiliki kualitas yang baik dan tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat
tercapai dengan optimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar