Hai, Kesayangan yang pandai membuatku rindu.
Kamu adalah satu – satunya makhluk Tuhan yang saat ini ku peluk erat dalam doaku, berharap berantakanku tidak berakhir dengan kekacauan yang berkelanjutan..
Bukan perkara yang mudah hingga akhirnya aku tetap bertahan dan memilihmu. Lelaki yang dulu pernah ku anggap sebatas teman dan naik pangkat menjadi sahabat. Kini kau menjadi penjaga hati meski jarak menjadi saksi. Tidak hanya sekali aku merasakan ragu, terlebih ketika teman di sekitarku yang acap kali menggodaku. Ah, tak selang berapa lama, lagi lagi aku berbalik kembali percaya dengan apa yang menjadi pilihanku. Bertahan denganmu.
Bersama mu kini menjadi kado terindah Tuhan untukku. Meski aku pernah kau buat meradang menunggu kabar darimu, jengkel menunggu hadirmu. Ah, sekarang itu sudah tidak lagi aku rasakan. Kini yang kurasakan hanya nyaman saat bersamamu dan tersenyum ketika pesanmu masuk melalui sms yang menjadi andalan saat jarak menjadi pihak ketiga diantara kita.
Bisa apa aku dengan keadaan ini, toh ini resiko ketika aku memilih bertahan denganmu. Kadang merasa bodoh dan hanya bisa tersenyum tipis, ketika menemukanmu di layar ponsel yang selalu ku genggam.
Awalnya ini tidak sulit, tetapi berubah ketika aku begitu merindukanmu dan ingin segera menatap mu benar dihadapanku. Tak perlu menyentuhmu, cukup menatap dan melihat senyummu secara nyata. Aku yang beberapa kali berantakan karena hal sesederhana itu. Konyol memang, tapi sudah, lagi lagi aku pasrah dan hanya bisa menghubungimu melalui benda di tanganku. Mengakrabi rindu, kini sudah menjadi rutinitasku.
Tidak ada yang bisa ku lakukan selain mengakrabi rindu, bersahabat dengan jarak dan berteman dengan sepi saat Tuhan sedang menguji. Toh, bahagiaku tidak harus bertatap muka denganmu, beberapa kali aku meyakinkan diri dan perlahan mengerti. Tidak sepantasnya aku begini.
Hal yang paling aku banggakan dari dirimu adalah sabar mu. Iya, sabar mu yang mungkin selama ini adalah faktor terpenting hingga membuatku sampai detik ini tetap menyayangimu.
Jika mengingat pertemuan yang selama ini kita pernah rasakan. Yap, hal itu tidak pernah membuatku berhenti untuk menyimpulkan senyum di bibirku. Sungguh, kau selalu bisa membuatku tersenyum walau tak ku pungkiri, kau sering membuatku jengkel.
Sungguh aku sangat menyayangimu dan kau tak akan pernah tergantikan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar